fbpx
jenis array

Jenis-Jenis Array dan Penggunaannya

20 April 2022

Array bukanlah istilah yang asing di dunia pemrogaraman. Bisa dibilang, semua programmer pasti tahu apa itu array. Bagi pemula, penting sekali untuk mengenali jenis-jenis array untuk mempermudah mereka menyimpan dan mengakses data penting. Di artikel kali ini, Anda akan mengenal lebih dalam jenis-jenis array, cara kerjanya, serta keunggulannya untuk memudahkan Anda dalam mengimplementasikannya.

Pengertian array

Array adalah sebuah struktur data yang tersusun secara linear atau dalam garis lurus ke samping. Di dalamnya, ada serangkaian elemen data dengan tipe yang serupa dan tersimpan dalam lokasi yang berdekatan. Array sendiri termasuk struktur data yang paling sederhana di dunia pemrograman. Setiap elemen data pun hanya bisa diakses dengan menggunakan nomor indeks masing-masing. 

Dalam implementasinya, ada yang namanya array index, elemen, dan length (panjang). Index mengidentifikasikan elemen yang disimpan, sementara length merupakan total elemen yang tersimpan dalam sebuah array. Misalnya, Anda ingin membuat array algoritma [5], artinya akan ada lima elemen yang tersimpan, dimulai dari indeks 0-4. 

Berbagai jenis array sangat berguna ketika Anda ingin menyimpan data dalam jumlah besar yang ternyata memiliki tipe sama. Ketimbang mengingat setiap variabel, akan lebih mudah jika bisa mengakses data dengan menggunakan nomor indeksnya saja, bukan?

Jenis-jenis array

Setidaknya ada tiga jenis array yang biasanya digunakan. Ketiga jenis array ini dibedakan dari cara kerjanya dan jumlah dimensi yang terkandung di dalamnya. Dimensi yang dimaksud adalah jumlah subscripts yang dibutuhkan untuk mengakses sebuah elemen dalam array. Berikut ini penjelasannya.

1. Indexed arrays

Ini merupakan jenis array yang paling basic atau mendasar. Setiap elemen data tersusun secara rapi berdasarkan nomor indeksnya. Sehingga, akan sangat mudah untuk menentukan lokasi sebuah elemen jika tahu posisinya dalam array tersebut. Perlu diingat bahwa elemen pertama selalu ditandai dengan indeks 0. Jadi, elemen kedua memiliki indeks 1, elemen ketiga di indeks 2, dan seterusnya.

Salah satu keunggulan dari jenis indexed array adalah mudah sekali untuk digunakan, bukan hanya oleh owner atau creator, tetapi juga oleh orang lain yang membaca array tersebut. Anda tidak perlu khawatir jikalau ada programmer yang kesusahan memahami array Anda karena jenis ini merupakan yang paling umum. 

2. Multidimensional arrays

Seperti multiverse yang memiliki banyak dimensi berbeda, multidimensional array pun sama. Di dalam sebuah array ada array lainnya yang saling bersambungan. Multidimensional array juga sering disebut sebagai nested array yang hampir mirip dengan matrix dan bentuk grid.

Jenis array ini dapat diakses menggunakan array baris dan kolom indeks. Alih-alih menggunakan satu nomor indeks saja, Anda harus mempertimbangkan nomor baris dan kolom dari elemen data yang tersimpan. Misalnya algoritma [3][5], di mana indeks pertama menandakan nomor baris dan indeks kedua menandakan nomor kolom. Ini juga berarti array tersebut menampung 15 elemen sekaligus. 

Multidimensional array pun bisa memiliki lebih dari dua dimensi. Bayangkan saja seperti papan catur yang sangat besar. Keuntungan dari penggunaan multidimensional array adalah Anda bisa menyimpan data yang lebih kompleks tanpa mengorbankan kemudahan. Multidimensional array bisa dibuat menjadi array atau array yang akan dibahas selanjutnya.

3. Associative arrays

Associative array memiliki cara kerja yang berbeda dengan indexed array. Jenis array ini tidak mengandalkan nomor indeks untuk menentukan posisi elemen data, melainkan menggunakan key, sebuah string unik.

Key ini bisa dibuat oleh pengguna berdasarkan nilai elemen data tersebut, seperti nomor atau objek data. Beberapa orang mungkin akan lebih menyukai associative array karena kesulitan untuk mengingat nomor indeks. Kemudian, associative array juga memungkinkan pengguna untuk menyimpan lebih banyak elemen data dalam satu array

Implementasi array

Setiap jenis array bisa diimplementasikan dalam bahasa pemrograman C, C++, dan Java. Beberapa keuntungannya adalah Anda tidak perlu khawatir soal kapasitas penyimpanan. Dengan membuat kode yang singkat dan sederhana, Anda sudah bisa menyimpan banyak data. Lalu, mudah juga untuk mencari elemen data yang ingin diakses. Sayangnya, array tidak bisa menyimpan data dengan tipe yang berbeda, tidak seperti lists dalam Python. Array juga kurang direkomendasikan untuk pekerjaan yang kompleks karena masih banyak limitasi dari struktur data ini.

Kesimpulan

Ada berbagai jenis array yang bisa diimplementasikan, tergantung pada kebutuhan dan tipe data yang ingin disimpan. Walau tidak secanggih struktur data lainnya, array menjadi opsi unggul bagi pemula atau untuk kebutuhan sehari-hari (simple tasks).  

Ingin tahu lebih banyak soal data science dan perannya dalam industri skala kecil maupun besar? Masih belum terlambat untuk mengasah keterampilan Anda. Ikuti kelas-kelas data science di Algoritma Data Science School yang dipandu oleh experts dan instruktur yang sudah berlisensi resmi. Jadwal kelasnya fleksibel dengan kurikulum komprehensif yang bisa membantu Anda mengembangkan skill profesional.

Referensi:

  • studytonight – Creating an Associative Array
  • mygreatlearning – What is an Array? Learn more in one read!
  • csveda – Types of Arrays
  • faceprep – Introduction to Arrays | Types of Arrays and their Representation
  • peachpit – Creating Indexed Arrays

Yuk belajar data science di Algoritma Data Science Education Center! Kamu bisa ikut berbagai kelas data science untuk pemula, salah satunya di program Academy kami.

PELAJARI LEBIH LANJUT

Related Blog

Distributed Processing
Apa Itu Data Analysis Expressions?
jadi data scientist
Cara Menjadi Data Scientist Handal
Distributed Processing
Mengenal Apa Itu Distributed Processing

Array bukanlah istilah yang asing di dunia pemrogaraman. Bisa dibilang, semua programmer pasti tahu apa itu array. Bagi pemula, penting sekali untuk mengenali jenis-jenis array untuk mempermudah mereka menyimpan dan mengakses data penting. Di artikel kali ini, Anda akan mengenal lebih dalam jenis-jenis array, cara kerjanya, serta keunggulannya untuk memudahkan Anda dalam mengimplementasikannya.

Pengertian array

Array adalah sebuah struktur data yang tersusun secara linear atau dalam garis lurus ke samping. Di dalamnya, ada serangkaian elemen data dengan tipe yang serupa dan tersimpan dalam lokasi yang berdekatan. Array sendiri termasuk struktur data yang paling sederhana di dunia pemrograman. Setiap elemen data pun hanya bisa diakses dengan menggunakan nomor indeks masing-masing. 

Dalam implementasinya, ada yang namanya array index, elemen, dan length (panjang). Index mengidentifikasikan elemen yang disimpan, sementara length merupakan total elemen yang tersimpan dalam sebuah array. Misalnya, Anda ingin membuat array algoritma [5], artinya akan ada lima elemen yang tersimpan, dimulai dari indeks 0-4. 

Berbagai jenis array sangat berguna ketika Anda ingin menyimpan data dalam jumlah besar yang ternyata memiliki tipe sama. Ketimbang mengingat setiap variabel, akan lebih mudah jika bisa mengakses data dengan menggunakan nomor indeksnya saja, bukan?

Jenis-jenis array

Setidaknya ada tiga jenis array yang biasanya digunakan. Ketiga jenis array ini dibedakan dari cara kerjanya dan jumlah dimensi yang terkandung di dalamnya. Dimensi yang dimaksud adalah jumlah subscripts yang dibutuhkan untuk mengakses sebuah elemen dalam array. Berikut ini penjelasannya.

1. Indexed arrays

Ini merupakan jenis array yang paling basic atau mendasar. Setiap elemen data tersusun secara rapi berdasarkan nomor indeksnya. Sehingga, akan sangat mudah untuk menentukan lokasi sebuah elemen jika tahu posisinya dalam array tersebut. Perlu diingat bahwa elemen pertama selalu ditandai dengan indeks 0. Jadi, elemen kedua memiliki indeks 1, elemen ketiga di indeks 2, dan seterusnya.

Salah satu keunggulan dari jenis indexed array adalah mudah sekali untuk digunakan, bukan hanya oleh owner atau creator, tetapi juga oleh orang lain yang membaca array tersebut. Anda tidak perlu khawatir jikalau ada programmer yang kesusahan memahami array Anda karena jenis ini merupakan yang paling umum. 

2. Multidimensional arrays

Seperti multiverse yang memiliki banyak dimensi berbeda, multidimensional array pun sama. Di dalam sebuah array ada array lainnya yang saling bersambungan. Multidimensional array juga sering disebut sebagai nested array yang hampir mirip dengan matrix dan bentuk grid.

Jenis array ini dapat diakses menggunakan array baris dan kolom indeks. Alih-alih menggunakan satu nomor indeks saja, Anda harus mempertimbangkan nomor baris dan kolom dari elemen data yang tersimpan. Misalnya algoritma [3][5], di mana indeks pertama menandakan nomor baris dan indeks kedua menandakan nomor kolom. Ini juga berarti array tersebut menampung 15 elemen sekaligus. 

Multidimensional array pun bisa memiliki lebih dari dua dimensi. Bayangkan saja seperti papan catur yang sangat besar. Keuntungan dari penggunaan multidimensional array adalah Anda bisa menyimpan data yang lebih kompleks tanpa mengorbankan kemudahan. Multidimensional array bisa dibuat menjadi array atau array yang akan dibahas selanjutnya.

3. Associative arrays

Associative array memiliki cara kerja yang berbeda dengan indexed array. Jenis array ini tidak mengandalkan nomor indeks untuk menentukan posisi elemen data, melainkan menggunakan key, sebuah string unik.

Key ini bisa dibuat oleh pengguna berdasarkan nilai elemen data tersebut, seperti nomor atau objek data. Beberapa orang mungkin akan lebih menyukai associative array karena kesulitan untuk mengingat nomor indeks. Kemudian, associative array juga memungkinkan pengguna untuk menyimpan lebih banyak elemen data dalam satu array

Implementasi array

Setiap jenis array bisa diimplementasikan dalam bahasa pemrograman C, C++, dan Java. Beberapa keuntungannya adalah Anda tidak perlu khawatir soal kapasitas penyimpanan. Dengan membuat kode yang singkat dan sederhana, Anda sudah bisa menyimpan banyak data. Lalu, mudah juga untuk mencari elemen data yang ingin diakses. Sayangnya, array tidak bisa menyimpan data dengan tipe yang berbeda, tidak seperti lists dalam Python. Array juga kurang direkomendasikan untuk pekerjaan yang kompleks karena masih banyak limitasi dari struktur data ini.

Kesimpulan

Ada berbagai jenis array yang bisa diimplementasikan, tergantung pada kebutuhan dan tipe data yang ingin disimpan. Walau tidak secanggih struktur data lainnya, array menjadi opsi unggul bagi pemula atau untuk kebutuhan sehari-hari (simple tasks).  

Ingin tahu lebih banyak soal data science dan perannya dalam industri skala kecil maupun besar? Masih belum terlambat untuk mengasah keterampilan Anda. Ikuti kelas-kelas data science di Algoritma Data Science School yang dipandu oleh experts dan instruktur yang sudah berlisensi resmi. Jadwal kelasnya fleksibel dengan kurikulum komprehensif yang bisa membantu Anda mengembangkan skill profesional.

Referensi:

  • studytonight – Creating an Associative Array
  • mygreatlearning – What is an Array? Learn more in one read!
  • csveda – Types of Arrays
  • faceprep – Introduction to Arrays | Types of Arrays and their Representation
  • peachpit – Creating Indexed Arrays

Yuk belajar data science di Algoritma Data Science Education Center! Kamu bisa ikut berbagai kelas data science untuk pemula, salah satunya di program Academy kami.

PELAJARI LEBIH LANJUT

Related Blog

Real Time Processing
Perbedaan Batch Processing dan Real Time Processing
Metode Pengolahan Data
Tipe, Langkah, dan Metode Pengolahan Data
Batch Processing
Mengenal Batch Processing dan Implementasinya