Angpao Digital: Tradisi Imlek Semakin Canggih

By: Tommy Wijaya   |   February 15th, 2018

Tanggal 16 Februari 2018 ini merupakan tanggal merah dalam kalender kita semua. Hari raya Imlek ditunggu-tunggu oleh kaum muda karena tradisinya yang menyenangkan, salah satunya adalah mendapatkan angpao (amplop merah) dari keluarga dan saudara baik dari pihak sendiri maupun teman-teman. Angpao tersebut diisi dengan sejumlah uang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, tidak sedikit kaum muda yang menggunakan Imlek sebagai kesempatan untuk mengumpulkan uang secara cuma-cuma. Seiring berkembangnya jaman, tradisi memberikan angpao pun secara perlahan digantikan dengan memberikan angpao digital.

angpao-digital

source: madjor.com

Sebuah statistik menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 46M angpao digital yang dikirim melalui aplikasi WeChat pada tahun 2017 kemarin. Angka tersebut meningkat pesat dari tahun sebelumnya, yaitu sebanyak 8M angpao digital yang dikirim pada tahun 2016. Dari data tersebut kita dapat melihat transisi dari kekentalan tradisi menuju era digital. Terlebih lagi, dilihat dari laporan digital WeChat, fitur “Lucky Money” tersebut tidak hanya digunakan pada hari raya Imlek, tapi juga pada Valentine’s Day, Women’s Day, festival lainnya dan juga hari-hari biasa.

Cara kerja fitur angpao digital tersebut juga sangat unik. Seorang pengguna tidak secara langsung menentukan jumlah uang yang ingin diberikan pada orang tertentu, tapi pada awalnya, si pengirim hanya menentukan jumlah uang yang ingin dibagikan pada sekelompok temannya (misalnya 100 RMB). Jumlah tersebut kemudian dibagikan dalam jumlah yang acak dan kemudian diberikan kepada sekelompok teman yang sudah dipilih. Hasilnya, jumlah yang didapatkan oleh tiap orang akan berbeda-beda, dan tidak ada yang tahu berapa yang akan didapat sampai “membuka” angpao tersebut.

Menarik bukan? Rasanya seperti sedang bermain game yang menguji keberuntungan kita. Seseorang dari teman-teman yang kita pilih bahkan mungkin saja tidak mendapatkan apa-apa dalam angpaonya. Hal ini membuat para pengguna fitur ini penasaran, dan kemudian meningkatkan jumlah penggunaan dalam fitur tersebut.

Pintarnya, strategi marketing dalam fitur tersebut tidak berhenti sampai disitu. Karena uang yang didapatkan dapat ditransfer ke bank dan tempat lainnya, fitur angpao digital WeChat juga berfungsi sebagai dompet digital, dimana kita dapat menukarkan uang yang tertampung dalam akun kita untuk transaksi secara offline. Hal ini menambahkan nilai WeChat dalam bisnis, dan banyak toko offline yang akan mau bekerja sama dengan WeChat karena adanya fitur ini. Hal ini akan mendorong terjadinya era cashless, dimana manusia tidak akan memerlukan uang dalam bentuk fisik (kertas maupun koin) untuk melakukan transaksi apa saja dalam kehidupan sehari-harinya.

Kemajuan teknologi hanya akan melaju semakin cepat seiring berjalannya waktu, dan akan tiba waktunya beberapa pekerjaan yang biasa kita kerjakan secara manual dapat dilakukan secara digital. Dalam waktu yang dekat, tingkat keperluan akan tenaga kerja yang bergerak dalam bidang teknologi atau ilmu komputer akan semakin tinggi, terutama data scientist. Akan tetapi, kesadaran masyarakat akan adanya data science masih terbilang rendah, sehingga para pencari tenaga kerja data scientist kesulitan mencari kandidat. Hal ini menyebabkan gaji data scientist pada saat ini berada pada titik yang tinggi, yakni sekitar Rp 10.000.000 ~ Rp 20.000.000 per bulan.

MAU JADI DATA SCIENTIST?