fbpx
Batch Processing

Mengenal apa itu batch processing

12 Mei 2022

Era digital membawa transformasi yang cukup signifikan bagi perusahaan, salah satunya dengan kemunculan batch processing agar proses transfer data lebih efisien. Dengan memahami sistem tersebut, Anda akan memperoleh keuntungan bagi perusahaan. Lantas, apa itu batch processing, bagaimana sejarah dan implementasinya dalam kehidupan? Berikut ulasannya!

Apa itu batch processing

Definisi mengenai batch processing adalah sebuah sistem yang bisa digunakan untuk mengolah data maupun menjalankan tugas tertentu. Proses ini akan berjalan secara otomatis. Selain itu, batch processing juga bekerja secara berulang-ulang. Jadi, dalam praktiknya, sistem ini akan bekerja tanpa banyak memerlukan interaksi dengan manusia.

Dengan kata lain, data yang masuk akan diproses secara otomatis melalui sistem komputasi. Dalam hal ini, biasanya data yang diproses berjumlah besar dan cukup kompleks, misalnya proses mengenai sebuah laporan dan sebagainya. Pemrosesan data ke dalam kelompok yang dilakukan oleh perusahaan ini bisa dilakukan secara berkala, contohnya adalah satu bulan sekali.

Perusahaan yang menggunakan sistem ini, akan merasakan banyak keuntungan dan manfaat. Berikut beberapa di antaranya yang perlu Anda ketahui.

  • Memangkas biaya operasional, sebab dalam proses ini akan dikerjakan secara otomatis oleh komputer. Bandingkan saja jika proses tersebut mempekerjakan lebih dari satu orang karyawan. Maka, perusahaan akan ada biaya tambahan lain yang harus dikeluarkan.
  • Batch processing memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Hal itu karena semua prosesnya dilakukan oleh mesin, sehingga kesalahan bisa diminimalkan. Proses perhitungan juga dapat dilakukan lebih cepat bila dibandingkan dengan cara manual.
  • Dapat diandalkan kapan saja dan di mana saja. Proses batch bekerja secara berlanjut, termasuk dapat dioperasikan di luar jam kerja maupun hari libur dan  dalam periode tinggi maupun rendah. Dengan begitu, pemrosesan data lebih mudah dan dapat diandalkan setiap saat.

Sejarah batch processing

Perjalanan dan pengembangan batch processing memang cukup panjang. Setidaknya, sejak pekerjaan manusia mengalami perkembangan teknologi dan mengurangi interaksi dalam pekerjaan. Sejarah batch processing bisa dilihat melalui mesin yang diciptakan oleh Herman Hollerith pada 1890-an. 

Pada saat itu, Hollerith mengembangkan sebuah sistem dan proses yang memudahkan dalam sensus di Amerika Serikat. Di masa itu, dirinya mengembangkan mesin yang disebut dengan Electro Tabulating Machine. Seiring berjalannya waktu, mesin awal ini semakin serius dikembangkan dan melahirkan Computing Tabulating Recording Company (CTR).  Perusahaan inilah yang menjadi cikal bakal sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, yakni International Business Machine (IBM).

Dalam prosesnya, batch yang diproses secara modern ini akan dikendalikan secara otomatis dalam kondisi dan situasi waktu tertentu. Di sisi lain, tugas-tugas lain akan segera dilakukan secara real-time dan akan terus dipantau dengan cermat. Jadi, ketika sistem mengalami masalah, sistem tersebut juga memberi tahu pengguna melalui peringatan manajemen berbasis pengecualian. Dengan begitu, proses otomatisasi bisa memberikan waktu luang bagi para petinggi perusahaan untuk melaksanakan tugas lainnya.

Perangkat lunak pada batch processing akan mengidentifikasi pengecualian lewat sebuah sistem monitoring maupun dependensi. Namun, di sini yang perlu diingat adalah batch processing memerlukan penanganan dan melibatkan data yang kompleks dan berjumlah besar, maka apabila input tak aktif dengan berbagai cara, proses batch juga akan berjalan dengan cacat. Hal itu akan membuang waktu, tenaga, dan biaya.

Implementasi batch processing

Batch processing memang memberikan manfaat yang cukup besar bagi perusahaan. Akan tetapi, apakah perusahaan benar-benar memerlukannya? Berikut implementasi batch processing yang perlu Anda ketahui.

  1. Transaksi untuk perusahaan yang bergerak di bidang perbankan dan finansial. Proses transaksi yang dilakukan di luar jam kerja dengan cara manual tentu akan menguras tenaga, biaya lembur, dan sebagainya. Di era modern, perusahaan perbankan banyak menggunakan teknik batch processing untuk transaksi lebih baik dan cepat dalam sebuah infrastruktur komputasi awan atau cloud.
  2. Pelaporan biasanya digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur maupun ritel. Penggunaannya biasanya khusus dalam pembuatan pelaporan mengenai alur produksi yang setiap saat harus dijalankan secara teratur dalam sebuah perusahaan.
  3. Proses integrasi sistem data, seperti contoh daftar transaksi dalam kurun waktu tertentu yang akan dimasukkan ke dalam data Enterprises Resource Planning (ERP).
  4. Riset yang dilakukan oleh perusahaan, misalnya untuk melihat performa karyawan dan dikalkulasikan dengan aspek-aspek yang ada.
  5. Penggunaan untuk billing, biasanya digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi untuk memproses data panggilan dalam jumlah yang sangat besar.

Kesimpulan

Dari ulasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa batch processing adalah proses yang sangat dibutuhkan dan penting bagi sebuah perusahaan di era modern. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, baik dari segi waktu, pengeluaran biaya, hingga tenaga. Batch processing tidak akan berjalan baik tanpa adanya sumber daya manusia yang mumpuni.

Untuk mempelajari batch processing, Anda bisa mulai dengan mengikuti kelas data science yang diselenggarakan oleh Algoritma Data Science School. Ada banyak materi kelas yang bisa Anda ikuti sesuai dengan kebutuhan, mulai dari kelas individu hingga korporat. Kurikulum yang digunakan juga telah mendapat sertifikasi resmi dari RStudio.

Referensi:

Yuk belajar data science di Algoritma Data Science Education Center! Kamu bisa ikut berbagai kelas data science untuk pemula, salah satunya di program Academy kami.

PELAJARI LEBIH LANJUT

Related Blog

Real Time Processing
Perbedaan Batch Processing dan Real Time Processing
Metode Pengolahan Data
Tipe, Langkah, dan Metode Pengolahan Data
Batch Processing
Mengenal Batch Processing dan Implementasinya

Era digital membawa transformasi yang cukup signifikan bagi perusahaan, salah satunya dengan kemunculan batch processing agar proses transfer data lebih efisien. Dengan memahami sistem tersebut, Anda akan memperoleh keuntungan bagi perusahaan. Lantas, apa itu batch processing, bagaimana sejarah dan implementasinya dalam kehidupan? Berikut ulasannya!

Apa itu batch processing

Definisi mengenai batch processing adalah sebuah sistem yang bisa digunakan untuk mengolah data maupun menjalankan tugas tertentu. Proses ini akan berjalan secara otomatis. Selain itu, batch processing juga bekerja secara berulang-ulang. Jadi, dalam praktiknya, sistem ini akan bekerja tanpa banyak memerlukan interaksi dengan manusia.

Dengan kata lain, data yang masuk akan diproses secara otomatis melalui sistem komputasi. Dalam hal ini, biasanya data yang diproses berjumlah besar dan cukup kompleks, misalnya proses mengenai sebuah laporan dan sebagainya. Pemrosesan data ke dalam kelompok yang dilakukan oleh perusahaan ini bisa dilakukan secara berkala, contohnya adalah satu bulan sekali.

Perusahaan yang menggunakan sistem ini, akan merasakan banyak keuntungan dan manfaat. Berikut beberapa di antaranya yang perlu Anda ketahui.

  • Memangkas biaya operasional, sebab dalam proses ini akan dikerjakan secara otomatis oleh komputer. Bandingkan saja jika proses tersebut mempekerjakan lebih dari satu orang karyawan. Maka, perusahaan akan ada biaya tambahan lain yang harus dikeluarkan.
  • Batch processing memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Hal itu karena semua prosesnya dilakukan oleh mesin, sehingga kesalahan bisa diminimalkan. Proses perhitungan juga dapat dilakukan lebih cepat bila dibandingkan dengan cara manual.
  • Dapat diandalkan kapan saja dan di mana saja. Proses batch bekerja secara berlanjut, termasuk dapat dioperasikan di luar jam kerja maupun hari libur dan  dalam periode tinggi maupun rendah. Dengan begitu, pemrosesan data lebih mudah dan dapat diandalkan setiap saat.

Sejarah batch processing

Perjalanan dan pengembangan batch processing memang cukup panjang. Setidaknya, sejak pekerjaan manusia mengalami perkembangan teknologi dan mengurangi interaksi dalam pekerjaan. Sejarah batch processing bisa dilihat melalui mesin yang diciptakan oleh Herman Hollerith pada 1890-an. 

Pada saat itu, Hollerith mengembangkan sebuah sistem dan proses yang memudahkan dalam sensus di Amerika Serikat. Di masa itu, dirinya mengembangkan mesin yang disebut dengan Electro Tabulating Machine. Seiring berjalannya waktu, mesin awal ini semakin serius dikembangkan dan melahirkan Computing Tabulating Recording Company (CTR).  Perusahaan inilah yang menjadi cikal bakal sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, yakni International Business Machine (IBM).

Dalam prosesnya, batch yang diproses secara modern ini akan dikendalikan secara otomatis dalam kondisi dan situasi waktu tertentu. Di sisi lain, tugas-tugas lain akan segera dilakukan secara real-time dan akan terus dipantau dengan cermat. Jadi, ketika sistem mengalami masalah, sistem tersebut juga memberi tahu pengguna melalui peringatan manajemen berbasis pengecualian. Dengan begitu, proses otomatisasi bisa memberikan waktu luang bagi para petinggi perusahaan untuk melaksanakan tugas lainnya.

Perangkat lunak pada batch processing akan mengidentifikasi pengecualian lewat sebuah sistem monitoring maupun dependensi. Namun, di sini yang perlu diingat adalah batch processing memerlukan penanganan dan melibatkan data yang kompleks dan berjumlah besar, maka apabila input tak aktif dengan berbagai cara, proses batch juga akan berjalan dengan cacat. Hal itu akan membuang waktu, tenaga, dan biaya.

Implementasi batch processing

Batch processing memang memberikan manfaat yang cukup besar bagi perusahaan. Akan tetapi, apakah perusahaan benar-benar memerlukannya? Berikut implementasi batch processing yang perlu Anda ketahui.

  1. Transaksi untuk perusahaan yang bergerak di bidang perbankan dan finansial. Proses transaksi yang dilakukan di luar jam kerja dengan cara manual tentu akan menguras tenaga, biaya lembur, dan sebagainya. Di era modern, perusahaan perbankan banyak menggunakan teknik batch processing untuk transaksi lebih baik dan cepat dalam sebuah infrastruktur komputasi awan atau cloud.
  2. Pelaporan biasanya digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur maupun ritel. Penggunaannya biasanya khusus dalam pembuatan pelaporan mengenai alur produksi yang setiap saat harus dijalankan secara teratur dalam sebuah perusahaan.
  3. Proses integrasi sistem data, seperti contoh daftar transaksi dalam kurun waktu tertentu yang akan dimasukkan ke dalam data Enterprises Resource Planning (ERP).
  4. Riset yang dilakukan oleh perusahaan, misalnya untuk melihat performa karyawan dan dikalkulasikan dengan aspek-aspek yang ada.
  5. Penggunaan untuk billing, biasanya digunakan oleh perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi untuk memproses data panggilan dalam jumlah yang sangat besar.

Kesimpulan

Dari ulasan singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa batch processing adalah proses yang sangat dibutuhkan dan penting bagi sebuah perusahaan di era modern. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, baik dari segi waktu, pengeluaran biaya, hingga tenaga. Batch processing tidak akan berjalan baik tanpa adanya sumber daya manusia yang mumpuni.

Untuk mempelajari batch processing, Anda bisa mulai dengan mengikuti kelas data science yang diselenggarakan oleh Algoritma Data Science School. Ada banyak materi kelas yang bisa Anda ikuti sesuai dengan kebutuhan, mulai dari kelas individu hingga korporat. Kurikulum yang digunakan juga telah mendapat sertifikasi resmi dari RStudio.

Referensi:

Yuk belajar data science di Algoritma Data Science Education Center! Kamu bisa ikut berbagai kelas data science untuk pemula, salah satunya di program Academy kami.

PELAJARI LEBIH LANJUT

Related Blog

Computational Thinking
Pengertian Computational Thinking dalam Data Science
Data Science Tools
Data Science Tools yang Umum Digunakan
Web Scraping Python
Alasan Mengapa Python Bagus untuk Web Scraping