Artificial Intelligence: Mengubah Masa Depan Kehidupan Manusia

By: Tommy Wijaya   |   January 18th, 2018

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kini istilah Artificial Intelligence (AI) sudah tidak asing lagi didengar dalam kehidupan sehari-hari kita. Jika kalian pengguna smartphone iPhone, kalian pasti kenal dengan “Siri” alias asisten personal yang ditanamkan dalam smartphone kalian. Atau jika kalian pengguna smartphone Android, pasti sudah kenal dengan fitur “OK Google” dimana kalian dapat menanyakan sistem Google apapun yang kalian inginkan hanya dengan mengatakan “OK Google” dan melanjutkan dengan pertanyaan atau perintah kalian.

algoritma_siri_example

Pernahkah kalian bertanya bagaimana cara sistem-sistem tersebut mengenal dan membaca suara kalian, bahkan mengerti apa yang kalian tanyakan atau inginkan? Artificial Intelligence seperti Siri telah dirancang oleh para developernya sehingga seakan-akan sistem atau aplikasi yang dibuatnya tersebut seperti memiliki otak manusia. Teknologi yang memungkinkan sebuah sistem belajar seperti layaknya manusia disebut juga dengan istilah Deep Learning. Hal ini sudah banyak diimplementasikan dalam berbagai sistem untuk mengenali tulisan tangan, suara, ciri-ciri muka, dan sebagainya.

Dilansir dari The New York Times, dikabarkan sekumpulan lulusan University of Toronto telah memenangkan peringkat pertama dalam sebuah kontes yang disponsor oleh Merck, sebuah perusahaan yang bergerak dalam perkembangan teknologi medis. Dalam kontes tersebut, para peserta diminta untuk merancang sebuat software yang dapat membantu menemukan molekul atau zat yang dapat digunakan untuk menemukan obat-obatan baru.

Para mahasiswa yang belajar dengan computer scientist bernama Geoffrey E. Hinton tersebut menggunakan sebuah software deep learning untuk menganalisa sebuah data set yang mendeskripsikan struktur kimia dari ribuan molekul yang berbeda. Software tersebut menemukan molekul yang berpotensi untuk dijadikan bahan obat-obatan baru. Prestasi kelompok mahasiswa tersebut dipandang sangat menakjubkan, karena mereka mendaftarkan diri berdekatan dengan hari pelaksanaan kontesnya dan tanpa memiliki pengetahuan spesifik tentang bagaimana molekul  berinteraksi dengan targetnya masing-masing. Merek juga bekerja dengan data set yang relatif kecil, dimana pada umumnya software deep learning hanya bekerja dengan baik bila dihadapkan dengan data set yang sangat besar.

Belakangan ini tengah diadakan kontes-kontes serupa yang mengundang orang-orang yang melek teknologi untuk mencoba menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi dalam kehidupan manusia. Salah satunya yaitu Data Science Bowl 2018, yang menantang para pesertanya untuk merancang sebuah software yang dapat mempelajari sel nukleus tanpa campur tangan manusia. Hadiah utama dari kontes tersebut mencapai nilai $170.000 atau setara dengan 2.2M Rupiah beserta hadiah lainnya. Menggiurkan bukan?

Contoh lain yang memperlihatkan seberapa pesatnya perkembangan artificial intelligence sampai saat ini adalah pada saat Richard F. Rashid sedang memamerkan teknologi speech recognition terbarunya.

Dalam video tersebut, tampak CRO dari Microsoft itu sedang menyampaikan pidatonya selagi layar yang berada di atasnya menampilkan subtitle dari hasil kerja artificial intelligence yang mendengarkan setiap kata-kata yang diucapkan oleh beliau dan diolah sebagai teks di dalam layar. Selain itu, Richard juga melanjutkan kehebohan para penontonnya dengan memperlihatkan kemampuan artificial intelligence tersebut menerjemahkan kalimat yang diucapkan ke dalam bahasa Mandarin, dan bahkan melafalkannya dengan suara yang sangat mirip dengan suara beliau.

Hal ini menguatkan tanggapan bahwa mesin artificial intelligence akan semakin cerdas seiring berjalannya waktu dan akan menggantikan sumber tenaga manusia dalam berbagai bidang pekerjaan di masa depan. Inilah alasan mengapa sadar akan teknologi merupakan hal yang sangat penting bagi kita semua.

MAU BELAJAR DEEP LEARNING?