Memprediksi Gempa Bumi Dengan Teknologi Machine Learning

By: Tommy Wijaya   |   January 23rd, 2018

memprediksi gempa bumi

Hari Selasa, 23 Januari 2018 terjadi gempa bumi sebesar 6.4 SR yang berasal dari Barat Daya Lebak –  Banten dan mengguncang daerah sekitarnya, salah satunya Jakarta. Sebagian besar kota Jakarta dapat merasakan goncangan pada tempat kerja masing – masing dan melakukan evakuasi keluar dari bangunan. Sebagian langsung menghubungi orang – orang yang tersayang, sebagian bercanda ria, sebagian hanya menunggu dengan sabar untuk bisa masuk kembali dan lanjut bekerja, dan yang lainnya memeriksa berita – berita yang beredar tentang gempa tersebut. Penasaran bagaimana BMKG memprediksi sebuah gempa bumi?

Pada saat ini, manusia belum mampu memprediksi terjadinya gempa bumi, tapi sesungguhnya kita tidak terlalu jauh dari pencapaian tersebut. Dengan adanya teknologi Machine Learning, para ilmuwan sudah banyak melakukan eksperimen untuk mencoba membuat sebuah sistem yang dapat memprediksi gempa bumi yang akan datang. Sebuah mesin diberikan sejumlah data dan “dilatih” dengan harapan dapat memprediksi terjadi sebuah gempa buatan dalam laboratorium mereka. Hasilnya, memang mesin tersebut dapat memprediksi gempa yang akan terjadi, akan tetapi gempa buatan sangatlah berbeda dengan gempa bumi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, belum ada yang berani mengatakan bahwa mereka telah berhasil memprediksi sebuah gempa bumi.

Paul Johnson, seorang ilmuwan di Amerika Serikat yang bekerja di Los Alamos National Laboratory adalah salah satunya yang mencoba untuk memecahkan masalah memprediksi gempa bumi tersebut. Kali ini, beliau mencoba sesuatu yang belum pernah dicoba oleh ilmuwan lain sebelumnya, yaitu memasukkan sejumlah data mentah tentang pengukuran gempa bumi buatan yang sudah pernah dibuat sebelumnya ke dalam mesinnya. Biasanya, para ilmuwan telah mengolah data tersebut terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam sistem mesinnya. Hasilnya, mesin Johnson dapat mendeteksi sinyal – sinyal indikator penting yang dapat memprediksi kapan akan terjadi gempa berikutnya.

Bahkan setelah mencapai prestasi tersebut, Paul Johnson sadar bahwa sekali lagi, gempa buatan sangat berbeda dengan gempa bumi yang asli. Beliau sudah mulai menerapkan metode yang sebelumnya dengan menggunakan data gempa bumi asli dari sumber ilmuwan lainnya. Johnson mengatakan, dalam waktu 5 – 10 tahun ke depan, machine learning akan mengubah cara kita bekerja dalam bidang sains.

MAU BELAJAR MACHINE LEARNING?